Kebutuhan ayam potong di indonesia
Centralayampotong.com - Ayam potong yang beredar di jakarta, tangerang dan sekitarnya masih sangat besar. Kebutuhan ayam broiler dari tahun ketahun semakin meningkat di jakarta maupun depok dan tangerang sekitarnya untuk mengkonsumsi daging ayam. Di Jakarta, total volume ayam tercatat sekitar 96.265 ribu ekor pada 2005 meningkat menjadi sekitar 171.574 ribu ekor pada 2009. Kemudian diperkirakan meningkat menjadi 200.742 ribu pada 2010. Hal ini didukung oleh pertumbuhan perekonomian pada tahun tersebut cukup tinggi dan meningkat dari tahun sebelumnya, sehingga mendorong meningkatnya daya beli masyarakat. Untuk wilayah Bogor tecatat memiliki total volume ayam terbesar yaitu 76.650 ribu ekor pada 2009 dari sebelumnya 40.880 ribu ekor pada 2005. Sedangkan Tangerang 74.095 ribu ekor pada 2009 dari sebelumnya 40.150 ribu ekor pada 2005. Kemudian Bekasi tercatat sekitar 60.650 ribu ekor pada 2009. Sedangkan Depok memiliki total volume ayam paling kecil hanya sekitar 27.740 ribu ekor pada 2009. Sementara itu distribusi ayam potong, terutama ditujukan ke pasar modern, fast food chain store, catering, hotel, restaurant dan pasar tradisional. Beberapa pasar modern besar yang banyak menyerap ayam potong yaitu Carrefour, Giant, Hypermart dan Lotte Mart. Sedangkan fast food chain store yaitu Kentucky Fried Chicken, Mc Donald, A & W, Pizza Hut, Hoka-Hoka Bento dan sebagainya. Volume pasar ayam potong Di Jakarta, total volume ayam tercatat sekitar 96.265 ribu ekor pada 2005 meningkat menjadi sekitar 171.574 ribu ekor pada 2009. Lonjakan cukup besar terjadi pada 2007 yaitu sekitar 48% menjadi 143.221 ribu ekor dari sebelumnya hanya 96.758 ribu ekor. Hal ini didukung oleh pertumbuhan perekonomian pada tahun tersebut cukup tinggi dan meningkat dari tahun sebelumnya, sehingga mendorong meningkatnya daya beli masyarakat. Sementara untuk wilayah Bogor tecatat memiliki total volume ayam terbesar yaitu 76.650 ribu ekor pada 2009 dari sebelumnya 40.880 ribu ekor pada 2005. Sedangkan Tangerang 74.095 ribu ekor pada 2009 dari sebelumnya 40.150 ribu ekor pada 2005. Kemudian Bekasi tercatat sekitar 60.650 ribu ekor pada 2009. Sedangkan Depok memiliki total volume ayam paling kecil hanya sekitar 27.740 ribu ekor pada 2009. Di Jawa Barat total volume ayam tercatat sekitar 281.780 ribu ekor, sedangkan di Jawa Timur sekitar 200.233 ribu ekor pada 2009. Di Jakarta dan wilayah sekitarnya termasuk Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) volume ayam mencapai sekitar 1.125 ribu ekor per hari atau sekitar 1.350 ribu ton per hari pada 2009. Di wilayah Jawa Barat tercatat sekitar 772 ribu ekor per hari atau 926 ribu ton per hari, sedangkan di Jawa Timur hanya sekitar 549 ribu ekor per hari atau sekitar 659 ribu ton per hari pada 2009. Jakarta dan sekitarnya menyerap kebutuhan ayam lebih besar dibandingkan Jawa Barat dan Jawa Timur, sebab Jakarta merupakan pusat bisnis dan perekonomian. Keberadaan konsumen seperti modern market, fast food chainstore, restaurant, hotel memiliki lebih banyak cabang di Jakarta diabnding kota-kota lain. Sementara jumlah pasar tradisional (wet market) di Jakarta lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan penduduk di wilayah ini yang relatif lebih besar dibandingkan wilayah lain. Distribusi ayam potong Pemasok ayam yang merupakan rumah potong ayam yang sudah modern maupun semi modern tersebar di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Di Jakarta terdapat rumah potong ayam diantaranya PT. Kartika Eka Dharma dan PT. Putra Mandiri. Di Bogor terdapat rumah potong ayam misalnya PT. Sierad Produce, PT. Nuyam Farm, PT. Maseng Satwa, RPA Jambu Raya. Di Tangerang terdapat rumah potong ayam diantaranya PT. Charoen Pokphand, PT. Ciomas Adisatwa, UD. Petra Food, PT. Bangkit. Pada umumnya ayam potong didistribusikan ke pelanggan yang meliputi pasar tradisional (wet market), pasar modern, fast food chain store, restaurant, catering dan lain-lain. Sementara itu volume pembelian (buying volume) oleh pasar modern rata-rata sekitar 120 - 1.500 ekor/hari/outlet. Sedangkan fast food chain store rata-rata sekitar 150 - 42.000 ekor/hari/outlet. Catering/hotel/restaurant memiliki buying volume rata-rata sekitar 15 - 2.000 ekor/hari. Sementara buying volume oleh wet market rata-rata sekitar 1.000 - 150.000 ekor hari. Sedangkan untuk pembayaran yaitu bervariasi mulai dari 7 hari hingga 30 hari. Bagi modern distribusi payment condition rata-rata sekitar 14 hari, bagi fast food chain store rata-rata sekitar 30 hari, kemudian bagi catering/hotel/restaurant rata-rata sekitar 7 - 45 hari. Sedangkan bagi wet market untuk payment condition rata-rata sekitar 7 hari..... Pelanggan terbesar Pasar modern Giant Giant merupakan hypermarket yang mulai beroperasi di Jakarta pada 2007. Saat ini Giant memiliki total outlet sebanyak 95 unit yang terdiri dari Giant Hypermarket dan Giant Supermarket. Di Jakarta terdapat 86 outlet yang tersebar. Sementara terdapat 9 outlet yang berlokasi di greater Jakarta yaitu 1 outlet di Depok, 3 outlet di Bekasi, 2 outlet di Tangerang dan 3 outlet di Bogor. Sementara buying volume ayam yang dilakukan oleh Giant rata-rata sekitar 300- 500 ekor/hari/outlet. Giant mendapat pasokan ayam dari PT. Ciomas Adisatwa di Tangerang, PT. Sierad Produce di Bogor dan UD . Petra Food di Tangerang. Carrefour Sejak 1998 Carrefour mulai beroperasi di Indonesia. Sebelumnya mayoritas saham PT. Carrefour Indonesia sebagai pengelola Carrefour dikuasai oleh Continent Hypermarket SNC dari Perancis. Kemudian pada awal 2010 ini PT. Trans Corp milik Chairul Tanjung dari Grup Para mengambil alih sekitar 40% saham senilai US$ 300 juta. Saat ini Carrefour memiliki 23 outlet di Jakarta, sedangkan di wilayah greater Jakarta yaitu sebanyak 5 outlet di Bekasi, 5 outlet di Tangerang, 1 outlet di Depok dan 1 outlet di Cibinong. Carrefour melakukan buying volume ayam rata-rata sekitar 1.000 - 1.500 ekor/hari/outlet. Ayam potong yang semakin tahun menemukan inovasi model atau makanan dimana sekarang bermunculan pakan siapa saji yang di kemas untuk kebutuhan masyarakat agar dalam menyajikan lebih praktis, sosis, nagget, dll sehingga kebutuhan akan ayam potong semakin banyak.
0 komentar:
Post a Comment